TopBottom


Pasang Random Ayat Al Qur'an diatas, Copy tag Berikut

Anda Sudah Punya Akun di Blogger, Silahkan Masukkan Username & Passwaord Anda.
Username
Password
Lupa Passwaord
Belum Punya Blog ? BUAT SEKARANG
Add to Technorati Favorites
Elshinta News :




Hosting Gratis

Guncangan akibat Runtuhnya Darwinisme Sangatlah Dahsyat, Buku Atlas Penciptaan Menimbulkan Kepanikan di Dewan Eropa

Posted by Iwan Tanjung at Kamis, 07 Agustus 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Pada tanggal 8 Juni 2007, Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan menyerahkan sebuah laporan kepada Pertemuan Parlemen Dewan Eropa. Laporan itu, yang diserahkan anggota Kelompok Sosialis Prancis Guy Lengagne, berjudul “Bahaya kreasionisme (paham penciptaan) dalam pendidikan.” Akan tetapi, isi laporan itu mencerminkan kenyataan sangat berbeda dari judul tersebut: keadaan panik yang dialami para Darwinis dan guncangan yang mereka rasakan akibat runtuhnya Darwinisme!
Penyampaian laporan semacam itu menyusul kemunculan buku Atlas Penciptaan, yang diterbitkan Adnan Oktar dengan nama pena Harun Yahya, yang memaparkan Fakta Penciptaan dan telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, serta dampak dahsyat buku besar ini di seluruh dunia, menyingkapkan besarnya pengaruh karya ini di tingkat dunia.

Menyusul kemunculan buku itu di negara-negara Eropa, seluruh media massa dunia memperbincangkan Atlas Penciptaan, dan karena para Darwinis panik dan tak mampu mengemukakan bukti apa pun yang membantahnya mereka mulai melakukan upaya sia-sia agar buku itu dilarang. Laporan yang diserahkan ke Dewan Eropa itu ditulis dengan keadaan kejiwaan yang persis sama, di mana para Darwinis menyadari mereka tidak mampu membuat bantahan ilmiah apa pun terhadap Atlas Penciptaan dan malah memutuskan beralih pada pelarangan. Namun, jelas bahwa upaya ini tidak akan mendatangkan hasil. Darwinisme telah runtuh, dan seluruh dunia dengan cepat sedang berubah menerima kenyataan itu.

Berbagai kutipan laporan tersebut disebutkan di bawah ini dengan maksud menunjukkan kesulitan mendalam yang kini dialami para Darwinis:

Bahaya paham penciptaan dalam pendidikan

(…)

Paham Penciptaan di Eropa



38. Banyak orang berpikir bahwa fenomena ini hanya menimpa Amerika Serikat dan bahwa, kalaulah tidak mungkin berdiam diri terhadap apa yang sedang terjadi di sisi lain Samudera Atlantik, bukanlah tugas Dewan Eropa untuk menangani masalah ini. Namun tidaklah demikian. Sebaliknya, tampaknya sangat mendesak bagi kita untuk mengambil tindakan pencegahan yang patut di 47 negara anggota kita.

39. Di samping paham penciptaan Kristen kini terdapat paham penciptaan Muslim: pembuktian paham penciptaan dari sumber Kristen diterima luas di kalangan Muslim seiring dengan kebangkitan pergerakan Islam di awal tahun 1980-an.

40. Kini, para penganut paham penciptaan dari semua agama sedang berusaha agar gagasan mereka diterima di Eropa. Alhasil, kita telah menyaksikan beberapa langkah dari berbagai pergerakan ini di benua Eropa-Asia di beberapa tahun belakangan, dengan sekolah tampaknya sebagai sasaran utama. Awal 2007 menyaksikan serangan oleh penganut penciptaan Turki Harun Yahya, yang mengirimkan karya terakhir dan sangat-mewahnya, berjudul “Atlas Penciptaan”, yang menyatakan kecaman terhadap kebohongan teori evolusi, ke sejumlah besar sekolah Prancis, Belgia, Spanyol dan Swiss. Di Prancis, Menteri Pendidikan, setelah meminta masukan para ahli, segera menanggapi dengan seruan terbuka agar karya ini disingkirkan dari pusat-pusat informasi sekolah-sekolah tersebut karena buku ini tidak memenuhi satu pun dari persyaratan mutu yang ditetapkan untuk pengajaran di kelas. [penekanan ditambahkan]

41. Pendukung penciptaan menyerang dari dua garis-depan: mereka menolak sisi ilmiah evolusi atau berupaya meletakkan ketidakpastian di titik-tengah perdebatan yang menempatkan mereka melawan pendukung teori evolusi. Untuk tujuan ini, mereka bersandar pada fakta bahwa ilmu pengetahuan tentang evolusi, seperti ilmu pengetahuan lainnya, tidaklah “tertutup” … [penekanan ditambahkan]

(…)

47. Demikianlah, dai Turki Harun Yahya tampak menggunakan kedua cara ini. Dalam banyak karyanya yang anti-Darwinis, ia berusaha membuktikan kemustahilan dan ketidakilmiahan teori evolusi, yang menurutnya hanya satu dari kebohongan-kebohongan terbesar Setan. … Pengarang berupaya membuktikan ketidakilmiahan teori evolusi dengan mengambil dan menantang bukti evolusi. …

(…)

Paham Penciptaan dan Pendidikan: Kegiatan utama pendukung penciptaan di Eropa, ringkasan dan tanggapan masyarakat ilmiah dan agamawan
Di Turki



(…)

54. Dai Islam Turki Harun Yahya, yang nama sejatinya Adnan Oktar, adalah salah seorang dari tokoh paling melambangkan dari pergerakan ini. Ia berusia sekitar lima puluh tahun dan telah menerbitkan karya-karya tentang penciptaan atau agama selama sekitar dua puluh tahun. Ia juga memiliki rumah penerbitan sendiri, Global, yang berkantor pusat di Istanbul. Pada tahun 1991, Oktar mendirkan yayasan ilmu pengetahuan dan penelitian Bilim Arastirma Vakfi (BAV). Sejak pendiriannya, BAV sangatlah giat berupaya agar paparan apa pun tentang evolusi dihilangkan dari pendidikan Turki. BAV juga menyelenggarakan banyak konferensi tentang penciptaan di kota-kota kecil dan besar penting di Turki. Terlihat bahwa BAV memiliki hubungan erat dengan American Institute for Creation Research (Lembaga Penelitian Penciptaan di Amerika, ICR).

55. Karya terbaru Harun Yahya muncul di bulan Desember 2006 dan diberi judul “Atlas Penciptaan”. Ini adalah buku besar dan jilid pertama dari serangkaian tujuh jilid. Buku ini berupaya menyanggah Darwinisme dan teori evolusi dalam 772 halaman penuh gambar. Kesimpulannya jelas: “penciptaan adalah fakta ” and “evolusi adalah kebohongan ”. Lebih jauh, sang pengarang mengutuk tajam “kaitan rahasia antara Darwinisme dan ideologi-ideologi penumpah darah, seperti fasisme dan komunisme”. Di awal 2007 Yahya melancarkan serangan dengan sasaran penyebarluasan masal karyanya di Eropa dan seluruh dunia. [penekanan ditambahkan]

56. Patut dicermati pula bahwa gagasan penganut penciptaan telah didapati di sejumlah buku-buku pelajaran sekolah Turki, dan 75% siswa sekolah menengah Turki tidak mempercayai teori evolusi. Tapi, gerakan penentangan telah dibentuk di Turki. Sebuah badan pelaksana telah dibentuk pada tahun 1998 untuk menanggapi sanggahan dan serangan pendukung penciptaan terhadap pemikiran evolusionis dan untuk berupaya memperingatkan masyarakat. TÜBA, Turkish Academy of Sciences (Akademi Ilmu Pengetahuan Turki), dan TÜBITAK, Turkish Scientific and Technological Research Council (Dewan Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Teknologi Turki), juga telah mengambil sikap memihak evolusi.

Di Prancis:

57. Serangan Harun Yahya: Di awal 2007, penganut penciptaan Turki Harun Yahya mengirimkan karyanya berjudul “Atlas Penciptaan” ke sejumlah besar sekolah dan pusat informasi Prancis. Sebagai tanggapan, Menteri Pendidikan, Gilles de Robien, menyerukan kepada para kepala kantor pendidikan untuk memastikan bahwa buku ini "yang tidak sesuai dengan isi kurikulum yang dirumuskan oleh Kementerian, tidak tersedia di pusat informasi sekolah ”. Hervé LeGuyader, Profesor Biologi Evolusi di Universitas Paris VI, ditugaskan oleh Inspektorat Pendidikan Nasional Umum untuk membuat telaah rinci tentang atlas ini. Ia menganggap buku tersebut “Jauh lebih berbahaya daripada langkah-langkah penganut penciptaan sebelumnya, yang seringkali berasal dari Inggris”. Ia yakin bahwa penampilan-mewah karya tersebut dan cara yang digunakan sang pengarang dapat “terbukti sangat mengena untuk masyarakat awam.” … “Atlas Penciptaan” juga telah dikirim ke banyak wartawan.

(…)

Di Swiss:

59. Kegiatan Harun Yahya di Swiss berbahasa Prancis: Di bulan Maret 2007, sejumlah besar sekolah di Swiss berbahasa Prancis juga menerima karya Harun Yahya “Atlas Penciptaan”. Georges Schürch, Direktur Umum Orientation Cycles di Kanton Jenewa, berkata bahwa perusahaan yang bertanggung jawab menyebarluaskan karya ini di Swiss berbahasa Prancis telah memberinya seribu buku untuk dibagi-bagikan. Ia mengatakan pada saat itu bahwa tak ada karya baru yang dapat diijinkan untuk digunakan di sekolah tanpa diperiksa terlebih dahulu.

60. Jacqueline Horneffer, Sekretaris Deputi Pendidikan Publik di Kanton Jenewa, menyeru lembaga-lembaga pendidikan agar tidak menerima kiriman karya ini, yang mereka laksanakan. Menurutnya, “buku tersebut tidak sejalan dengan teori-teori ilmiah sekarang dan tidak sejalan dengan prinsip pemisahan pendidikan sekuler dan agama”. Di Swiss, “Atlas Penciptaan” telah pula dikirim ke para wartawan dan ilmuwan.

(…)

Di Belgia:

63. Upaya pendukung penciptaan menyusup ke sekolah-sekolah Belgia: Setelah Prancis, dan bersamaan dengan serangan yang dilakukan di Swiss, Harun Yahya melancarkan penyebarluasan Atlas Penciptaannya di Belgia di bulan Maret 2007. Dalam surat edaran tertanggal 22 Maret 2007, Marie Arena, Menteri urusan pendidikan wajib dan pembangunan sosial, mewanti-wanti “seluruh pegawai pendidikan tentang nilai-nilai yang dianjurkan oleh buku ini” dan kemudian berkata bahwa ia “mengandalkan kewaspadaan setiap orang [...] untuk memastikan bahwa buku itu bagaimana pun tidak (boleh) menjadi satu sarana pendidikan bagi murid-murid”

Di Spanyol:

74. Sebulan setelah Prancis, Atlas Penciptaannya Harun Yahya diterima oleh sejumlah profesor di fakultas biologi Universitas Barcelona dan oleh perpustakaan universitas itu.

(…)

85. Harun Yahya membantah teori evolusi dengan secara sistematis merujuk kepada Al Qur‘an. Tetapi, sebagaimana Malek Chebel tegaskan, Al Qur’an tidak menyebut evolusi secara langsung tapi hanya penciptaan.

86. Ilmu pengetahuan tentang evolusi, seperti ilmu pengetahuan mana pun, tidak menyatakan diri menjawab pertanyaan“mengapa segala sesuatu sebagaimana adanya“ namun sekedar berupaya memikirkan bagaimana segala sesuatu itu bekerja.

87. Sebagian penganut penciptaan fundamentalis menyerang Darwinisme dan materialisme dengan menuduh keduanya “sumber ideologis sesungguhnya dari terorisme“. “Darwinisme adalah landasan beberapa ideologi kekerasan yang membawa bencana bagi ras manusia di abad ke-20”. … Ia [Darwin] tidaklah bertanggung jawab atas penyimpangan dari teorinya pasca kematiannya. Sama sekali fitnah untuk menampilkan Darwin sebagai bapak terorisme, dan hal itu bermungkinan menanamkan keraguan dan kebingungan di benak banyak anak muda dan orang yang tidak berpengalaman.

(…)

104. Pengkajian mendalam tentang pengaruh menguat para pendukung penciptaan menunjukkan bahwa perbincangan antara paham penciptaan dan paham evolusi melebar jauh melebihi perseteruan pemikiran. Jika kita tidak hati-hati, nilai-nilai yang merupakan hal paling hakiki dari Dewan Eropa akan berada dalam bahaya ancaman langsung para fundamentalis pendukung penciptaan. Adalah bagian peran anggota parlemen Dewan Eropa untuk bertindak sebelum terlalu terlambat.

105. Untuk membuat laporan ini, kami mengacu pada berbagai karya Jacques Arnoult, peneliti di Pusat Pengkajian Antariksa Nasional Prancis (CNES); Hervé LeGuyader, Profesor Biologi Evolusi di Universitas Paris VI – Pierre dan Marie Curie; Pascal Picq, pakar palaeoantropologi di Collège de France, yang dengan mereka semua penyusun laporan mendapatkan beberapa perbincangan sangat bermanfaat; dan Guillaume Lecointre, profesor di Museum Sejarah Alam Nasional di Paris. Penyusun laporan juga merujuk pada karya bersama berjudul Découvrir la Biologie oleh Michael Cain, Hans Damman, Robert Lue dan Carol Kaesuk Yoon, diterbitkan oleh DeBoeck (Judul berbahasa Inggris: Discover Biology, Sunderland, Mass., Sinauer Associates, 2002) dan Schöpfung und Evolution, sebuah laporan, diterbitkan oleh Sankt Ulrich Verlag, dari seminar yang diselenggarakan di Castel Gondolfo pada bulan September 2006 yang diketuai Paus Benedikus XVI. Selain buku Harun Yahya yang telah disebutkan, sejumlah tulisan tentang paham penciptaan sebagaimana dipahami para pendukungnya didapatkan di internet. [penekanan ditambahkan]

Label:

2 komentar:

Hendrawan mengatakan...

Harun Yahya ituh penulus timteng atau orang Muslim eropa yah??, dia itu penulis hebat..

Gusdiwanto mengatakan...

Adnan Oktar dikenal sebagai seorang penulis dengan nama pena “Harun Yahya”. Beliau adalah seorang ‘alim yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah tentang keberadaan dan keesaan Allah dan keluhuran akhlaq Al Qur’an kepada masyarakat. Berawal ketika masih duduk di bangku universitas, beliau telah menggunakan setiap saat dalam hidupnya demi dakwah ini dan tidak pernah takut berhadapan dengan segala kesulitan yang merintangi jalan. Hingga kini, beliau tetap berdiri kokoh, tegar dan sabar dalam menghadapi segala tekanan dan fitnahan. Di bawah ini adalah sedikit dari perjalanan hidup Adnan Oktar, yan g juga dikenal dengan nama pena Harun Yahya.

Adnan Oktar dilahirkan pada tahun 1956 di Ankara dan dibesarkan di kota ini hingga lulus SMU. Komitment beliau terhadap Islam tumbuh semakin kuat ketika beliau duduk di bangku SMU. Pada periode ini, pengetahuan yang mendalam tentang Islam beliau dapatkan dari membaca berbagai buku-buku agama. Di samping itu, beliau juga memperoleh pemahaman tentang fakta-fakta penting lain yang kemudian beliau beritahukan kepada orang-orang di sekitarnya. Pada tahun 1979, Adnan Oktar pindah ke Istanbul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan. Di masa inilah beliau mulai melaksanakan misi dakwah, menyeru manusia kepada akhlaq yang baik dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.

Posting Komentar