TopBottom


Pasang Random Ayat Al Qur'an diatas, Copy tag Berikut

Anda Sudah Punya Akun di Blogger, Silahkan Masukkan Username & Passwaord Anda.
Username
Password
Lupa Passwaord
Belum Punya Blog ? BUAT SEKARANG
Add to Technorati Favorites
Elshinta News :




Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Amal-Amal Selama Bulan Ramadhan.

Posted by Iwan Tanjung at Jumat, 21 Agustus 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).

Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?

1. Berpuasa (Shiyam)

Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)

Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya. Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampunNya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. Alah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”

Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa. “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)

Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Perhatikan kesehatan

Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.

5. Jaga keharmonisan keluarga

Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya.

Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat berjamaah dan tadarrus bersama.

6. Berdakwah

Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.

Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

7. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”

Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.

8. I’tikaf

Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.

9. Lailatul Qadar

Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

10. Umrah

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

12. Perbanyaklah Taubat

Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

Oleh : Mochamad Bugi.
Sumber : www.dakwatuna.com

Label: ,

Keutamaan Bulan Ramadhan

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw,dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wa Ba’du:

Sesungguhnya Allah yang Maha Pencipta semua makhluk Yang Maha Tinggi telah melebihkan sebagian makhluk atas yang lainnya, dan memuliakan golongan tertentu yang dikehendakinya. Dia telah menciptakan manusia dan memuliakan para nabi dari golongan manusia, Dia telah menciptakan berbagai tempat dan memuliakan mesjid sebagai tempat yang terpilih, dan menciptakan bulan-bulan dan memuliakan Ramadhan dari bulan-bulan tersebut. Allah Ta'ala berfirman:

68. Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka[1134]. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (QS. Al-Qoshsosh: 68)

Bulan ini telah dikhususkan oleh Allah dengan beberapa kelebihan, kelebihan yang paling agung dan tinggi adalah Allah menurunkan padanya Al-Qur'an yang agung sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan bagi petunjuk tersebut. Firman Allah Ta'ala:

185. (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS. Al-Baqarah: 185)

Sebagaian Ahlul berkata: Allah Ta'ala menggandengkan ayat tersebut dengan (fa) as-sababiyah, fa' yang berfungsi sebagai sebab yang bermakna sebab, untuk menjelaskan bahwa sebab dipilihnya Ramadhan sebagai bulan puasa adalah karena Al-Qur'an diturunkan padanya. Firman Allah Ta'ala:

1. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (QS. Al-Qodar: 1)

Dan telah diketahui bahwa lailatul qodri itu terjadi pada bulan Ramadhan, maka seharusnya bagi seorang mslim untk memperbanyak membaca Al-Qur'an pada bulan yang penuh berkah ini

Dari Ibnu Abbas ra berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau tanpak paling dermawan pada bulan Ramadhan pada saat Jibril menemui beliau, Jibril menemui beliau pada setiap malam pada bulan Ramadhan lalu dia mengajarkan kepadanya Al-Qur'an. Dan Sungguh Rasulullah saw lebih dermawan dengan kebaikan/ pemberian dari angin yang berhembus". (HR. Bukahri: 6)

Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah pintu-pintu suga dibukakan padanya dan pintu-pintu neraka ditutup rapat. Dari Abi Hurairah ra bahwa nabi saw bersabda: "Pada malam permulaan bulan Ramadhan dibelenggulah setan-setan dan jin-jin yang nakal, ditutup rapatrapat pintu-pintu neraka dan tidak ada satu pintupun yang dibuka serta dibuka pintu-pintu neraka dan tidak ada satu pintupun yang ditutup, dan penyeru datang menyeru: Wahai orang yang menghendaki kebaikan datanglah kemari dan wahai orang yang menghendaki keburukan berhentilah, dan Allah membebaskan orang dari api neraka dan itu terjadi pada setiap malam bulan Ramadhan. (HR. Turmudzi: 682)

Dan di antara keutamaannya adalah pada bulan Ramadhan terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

1. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al-Qodar: 1-3)

Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang bangun untuk beribadah pada saat lailatul qodri karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari: 1901 HR. Muslim: 759)
Maksud dari keutamaan ini adalah bahwa amal shaleh dilipat gandakan pada malam hari ini sehingga mencapai lebih baik dari seribu bulan Di antara kelebihan bulan ini adalah do'a-do'a dikabulkan. Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra bahwa Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah membebaskan hambanya dari api neraka pada setiap malam bulan Ramadhan dan bagi setiap muslim pada setiap hari dan malam memiliki do'a yang diterima jika dia berdo'a". (Kasfl astar: 962 dan dishahihkan oleh Al-Bani di dalam kitab shahih attargib wat tarhib)

Dan di antara keutamaan lain bulan Ramadhan adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari kasturi di sisi Allah. Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: "Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepulh kali lipat bahkan tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: Kecuali puasa maka dia adalah untukku dan Akulah yang akan memberikan balasan baginya, sebab dia meninggalkan syahwat dan makanannya kareana Aku, bagi orang yang berpuasa itu dua kebahagiaan; kebahagiaan pada saat dia berbuka puasa, kebahagiaan pada saat dia bertemu dengan TuhanNya dan sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi". (HR. Bukhari: 1904 dan Mslim: 1151)

Di antara keutamaannya adalah bahwa umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas rabahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar yang bernama Ummu Sinan: Apakah yang menyebabkan kamu tidak berhaji bersama kita, wanita itu menjawab: Aku tidak bisa ikut menunaikan haji karena adanya kebun yang dimiliki oleh Abi fulan, yaitu suaminya. Di mana suamiku berhaji bersama salah seorang putranya dengan biaya dari kebun tersebut, sementara yang lain diurus oleh anak kami. Maka Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya berumrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji atau berhaji bersamaku". (HR. Bukhari: 1782 Muslim: 1256)

Di antara kelebihan bulan Ramadhan adalah dosa-dosa dan kesalahan dihapuskan. Diriwayatkan dari Malik bin Al-Hasan bin Malik bin Al-Huwarits dari bapaknya dari kakeknya berkata: Rasulullah saw menaiki mimbar pada saat menapaki satu tangga beliau berkata: Aamiin, kemudian bersabda: "Aku telah didatangi oleh Jibril dan berkata kepadaku: Wahai Muhammad!, barangsiapa yang telah mendapatkan Ramadhan namun dia tidak diampuni maka Allah menjauhkan dirinya dari rahmatNya, maka aku menjawab: Aamiin. Lalu beliau melanjutkan: Barangsiapa yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masih hidup bersamanya, namun dia masuk neraka maka semoga Allah menjauhkannya dari rahmatNya, maka aku mengatakan: Aamiin. Lalu beliau melanjutkan: Dan barangsiapa yang mendengar namaku disebut di sisinya namun dia tidak mengucapkan shalawat atasku maka semoga Allah menjauhkannya dari rahmatNya, katakanlah: aamiin, maka akupun mengatakan" aamiin. (HR. Ibnu Hibban: 409)

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang bangun untuk beribadah pada saat lailatul qodri karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".

Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang bangun untuk beribadah pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari: 2009)

Dan makna "imanan wah tisaban" pada hadits yang telah lalu adalah meyakini kewajiban berpuasa dan mengharap pahalanya, jiwanya tenang dengan berpuasa, tidak benci menjalankan kewajiban berpuasa dan tidak merasa berat untuk beribadah padanya, sebagian orang berpuasa dan menjalankan ibadah di malam bulan Ramadhan karena dia melihat orang lain mengerjakan hal yang sama, maka hal ini adalah salah maka tidak akan didapatkan pahala yang besar ini kecuali dengan rasa ikhlas dan mengharap pahala dan balasan dari Allah.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad dan kepada seluruh keluarga dan shahabatya.

Ditulis oleh : Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi
Terjemah : Muzaffar Sahidu
Editor : Eko Abu Ziyad
Sumber : islamhouse.com

Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 15

Posted by Iwan Tanjung at Sabtu, 12 April 2008
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

KESIMPULAN


Di dalam Al Qur'an, Allah menyatakan bahwa Dia telah memberikan berbagai mukjizat kepada nabi-nabi. Ketika Nabi Musa AS melemparkan tongkatnya, misalnya, tongkat itu berubah menjadi ular dan ketika dia memukul laut dengan tongkatnya, laut itu terbagi menjadi dua, meninggalkan sebuah jalan kering di tengahnya. Nabi ‘Isa AS datang ke dunia tanpa seorang ayah dan berbicara sewaktu dia masih berada dalam buaian. Mukjizat lainnya adalah cara dia mampu menyembuhkan orang sakit .... Seluruh mukjizat adalah dukungan dan bantuan yang diberikan kepada para nabi tersebut, atas kehendak Allah, untuk meyakinkan masyarakat dan menuntun untuk mengimani para nabi.

Allah menolong Nabi Muhammad SAW melalui mukjizat di dalam Al Qur’an dan dengan informasi yang diberikan kepadanya mengenai berbagai hal yang tidak diketahui. Rasulullah memberikan keterangan yang mendalam tentang apa yang akan terjadi dalam waktu dekat dan akan datang. Melihat hal ini benar-benar terjadi menjadi sarana penambah kegembiraan orang-orang beriman dan membuat panas hati orang-orang kafir atas Islam.

Berbagai peristiwa yang tidak mungkin terjadi pada masanya sendiri, dan tidak seorang pun bahkan dapat membayangkan, dan justru terjadi saat ini satu per satu, merupakan bukti nyata bahwa Nabi SAW telah menyampaikan sabda tentang pengetahuan yang khusus.

Kita harus tegaskan bahwa mereka yang menolak untuk dituntun ke arah jalan yang benar akan menolak untuk beriman, walaupun ada bukti yang jelas dan mukjizat Rasulullah SAW dan Al Qur’an. Allah berfirman tentang hal ini di dalam Al Qur’an:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.” Dan apakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa apabila mukjizat datang mereka (masih) tidak akan beriman? (QS Al An’am: 109)



Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 14

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Diutamakannya masalah konstruksi

Kita mengetahui bahwa Nabi Sulaiman as memusatkan perhatian pada proyek-proyek konstruksi bangunan. Dia membangun pilar-pilar lengkung yang tinggi, patung-patung, piringan besar seperti waduk, dan tong masak besar dengan mempekerjakan jin dan setan yang melakukan hal itu atas perintahnya. Setiap orang yang melihat istananya yang indah, khususnya Ratu Saba, sangat mengaguminya. Teknologi Nabi Dzulqarnain AS yang digunakan untuk membangun dinding itu begitu maju sehingga tidak dapat dihancurkan, kecuali Allah menghendaki.

Di hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, kita diberi tahu bahwa bidang konstruksi akan begitu penting selama Masa Keemasan itu. Selama masa itu, ketenangan dan peradaban yang sangat maju akan dibawa ke kota-kota. Misalnya:

Al Mahdi bekerja dalam membangun kota Konstantinopal dan tempat-tempat lainnya. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 40)

Menggunakan Kekayaan dan kemegahan untuk

Keuntungan Islam dan Ridha Ilahi

Nabi Sulaiman AS menggunakan kekayaannya untuk mendakwahkan agama Allah dan menyebarkan akhlak Islam di seluruh dunia. Di negara-negara yang diinvasinya, pertama-pertama dia menyerukan kepada rakyat untuk beriman kepada Allah dan keselamatan. Surat yang dikirimkannya ke Ratu Saba yang isinya dia mengundang ratu itu dan rakyatnya untuk memeluk Islam, adalah kesaksian yang kuat tentang hal itu. Nabi Dzulqarnain AS juga mempunyai kekuasaan yang kuat seperti yang terlihat dalam pernyataannya, ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik.’ (QS Al Kahfi: 95). Dia menggunakan kekuasaannya yang besar untuk mencegah kekacauan.

Selama Masa Keemasan, orang-orang akan menikmati kekayaan dalam jumlah besar, kemakmuran, dan perdamaian. Al Mahdi akan menggunakan seluruh kekayaannya untuk menyebarkan agama Allah dan akan mengikuti akhlak yang agung dan perintah perdamaian di seluruh negeri yang dapat dia kuasai. Praktik yang tiada tandingannya ini akan memperlunak hati manusia dan menyebabkan mereka memeluk akhlak Islam. Oleh karena itu, dalam waktu yang sangat pendek, akhlak ini akan berkuasa di dunia ini. Beberapa hadits yang berkenaan dengan hal ini adalah sebagai berikut:

Al Mahdi akan tetap berada di tengah masyarakatnya sekurang-kurangnya tujuh atau mungkin delapan atau sembilan tahun. Pada tahun-tahun itu umatku akan menikmati sebuah masa kebahagiaan yang tidak tidak pernah mereka alami sebelumnya. Langit akan menurunkan air hujan deras kepada mereka, bumi tidak akan menahan satu pun tanamannya, dan kekayaan akan tersedia bagi semua orang. (HR At Tabrani)

Sebelum memberikan ketaatan mereka atasnya, orang-orang akan berkumpul di tempat dia berada dan setiap orang yang pergi ke sana akan menikmati berbagai kekayaan dari Tuhan. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 25)



Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 13

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

KESAMAAN ANTARA MASA AL MAHDI DAN

MASA NABI SULAIMAN AS DAN DZULQARNAEN AS

Al Mahdi adalah kelahiran kembali etika kenabian dari Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnaen AS di Hari Akhir, tetapi pada cakupan yang berbeda dan lebih besar. Perwujudan spiritual, rasional, sosial, dan mental etika kenabian mereka akan muncul kembali di Hari Akhir.

Masa Al Mahdi dan dua nabi ini adalah masa ketika akhlak Islam yang mulia dijalankan secara meluas. Tiga masa ini secara keseluruhan diridhai oleh Allah. Al Qur’an dan hadits nabi juga menyebut masa Bakhtinasr, Namruz, dan Fir’aun yang merupakan masa kejahatan dan kekafiran. Segera setelah masa kelam itu, Allah menjadikan akhlak Islami mengemuka. Hampir mirip dengan itu, Allah akan menciptakan masa yang diatur dengan akhlak Islam di Hari Akhir: Masa Keemasan.





Masa keemasan ini akan merupakan sebuah cerminan yang lebih agung dari masa Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS. Mahdisme berarti adanya perdamaian, kegembiraan, cinta, persaudaraan, kemuliaan, pengorbanan, perilaku manusiawi, dan semangat kerja sama.

Di sini ada beberapa contoh kesamaan antara masa dua nabi tersebut dan Masa Keemasan.

Kekuasaan Al Mahdi di seluruh dunia

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS memberlakukan aturan akhlak Islam di dunia. Mereka berkuasa atas wilayah yang luas dan mempunyai angkatan bersenjata yang sangat kuat. Hal ini menunjukkan kemiripan dengan Masa Keemasan.

Selama Masa Keemasan, akhlak Islam juga akan berkuasa di dunia. Orang-orang akan memeluk Islam dalam jumlah yang besar, sedangkan berbagai paham yang menolak keberadaan Allah akan lenyap dan Islam akan dijalankan seperti masa Rasulullah Muhammad SAW. Sebagian hadits menjelaskan Masa Keemasan sebagai berikut:

Al Mahdi akan memiliki seluruh dunia. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 10)

Al Mahdi akan melakukan invasi ke seluruh wilayah antara Timur dan Barat.. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 56)

Pengetahuan Al Mahdi yang langka dan terhormat seperti

yang dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain AS

Sebelumnya kita menyebutkan pengetahuan Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Sulaiman AS, seperti kemampuan mengatur jin dan setan, berbicara dengan burung-burung, mendengar komunikasi antarsemut, dan mempunyai kekuasaan atas angin dan menggunakan tembaga seperti yang dikehendakinya. Masing-masing kemampuan ini menyebabkan dia berbeda daripada orang-orang pada umumnya. Tentang halnya Nabi Dzulqarnain AS, Al Qur’an mengatakan: “Demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya” (QS Al Kahfi: 91). Dia adalah salah seorang yang dianugerahi pengetahuan.

Al Mahdi juga akan mempunyai kemampuan khusus tertentu. Di bukunya Mevzuatu'l ulum (11/246), Taskopruluzade Ahmet Efendi menulis bahwa Al Mahdi akan memiliki ilmu-e-jafr (ilmu ilahiyah melalui penafisran atas angka). Informasi lain mengatakan bahwa:

Dia disebut Al Mahdi karena dia diberikan pedoman untuk sebuah keadaan yang tidak diketahui oleh siapa pun juga. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 77)

Rasulullah SAW bersabda bahwa Al Mahdi akan memahami bahasa binatang dan mempunyai kekuasaan atas manusia dan jin, seperti Nabi Sulaiman AS.

Al Mahdi adalah seseorang yang berbicara dengan bahasa binatang dan hewan lainnya. Oleh karena itu, keadilannya akan terlihat dengan sendirinya atas seluruh manusia dan jin. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 188)

Dukungan mereka atas perdamaian dan pilihan jalan diplomasi

Kita tegaskan di awal bahwa Nabi Sulaiman SAW sangat damai, mengasihi, tenggang rasa, dan memaafkan dalam hubungannya dengan negara-negara tetangganya. Dia menyukai memecahkan berbagai masalah melalui jalan diplomasi dan menggunakan cara-cara demokratik. Nabi Sulaiman AS menciptakan sebuah budaya unggul dan memperkuat kekuasaannya melalui diplomasi, seni, dan budaya. Walaupun pasukannya begitu kuat dan berjumlah banyak, dia tidak pernah menggunakan kekuatan militer. Nabi Dzulqarnaen AS juga dikenal sebagai ‘orang yang mencegah perselisihan dan kekacauan,’ dan membawa perdamaian dan ketenangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, masa kedua nabi itu terlihat sangat mirip dengan Masa Keemasan.

Di Masa Keemasan, manusia akan menjadi umat Islam atas kehendak mereka sendiri, akhlak Islam akan berlaku di seluruh dunia, dan tidak akan ada peperangan. Berkenaan dengan masa ini, terdapat hadits-hadits sebagai berikut:

Tidak satu pun akan terbangun dari tidur mereka atau mengeluarkan darah dari hidung mereka. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 42)

Al Mahdi akan mengikuti jalan Nabi. Dia tidak akan membangunkan seseorang yang sedang tidur atau menumpahkan darah. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 163)

Seperti yang dijelaskan dalam hadits-hadits ini, Al Mahdi akan membawa akhlak Islam dan perdamaian ke seluruh dunia, sehingga mengakhiri seluruh peperangan dan kekerasan. Dia akan bekerja untuk memulai sebuah peralihan budaya dan menyebabkan orang-orang memeluk akhlak Islam. Selama masa itu, dengan izin Allah SWT, ayat berikut ini akan diwujudkan:

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat (QS An Nasr: 1-3).

Mendorong manusia memeluk akhlak agama dan bertindak cepat

Keputusan rasional dan cepat Nabi Sulaiman adalah contoh penting bagi seluruh kaum Muslimin. Surat-surat yang ditulisnya kepada Ratu Saba, yang berisi ajakan kepada ratu tersebut dan rakyatnya untuk mulai beriman kepada Allah, memperlihatkan kekuatan teknologi komunikasinya. Dakwahnya ke tahta Ratu Saba dengan menggunakan seseorang yang memiliki pengetahuan Al Kitab membuktikan kekuasaannya untuk mengambil keputusan yang cepat. Keputusan Nabi Dzulqarnain untuk membangun sebuah dinding yang kuat – begitu kuat sehingga hal akan berlangsung hingga Hari Kiamat – dari serangan Ya’juj dan Ma’juj menunjukkan kekuasaan dan rasionalitasnya. Masa Keemasan akan menjadi saksi berbagai peristiwa serupa.

Selama Masa Keemasan, orang-orang akan memeluk Islam, dan akan ada berbagai aktivitas yang tersebar luas dan “sapu bersih” menuju akhir ini. Seluruh bangsa satu demi satu akan menjalankan akhlak Islam dan berbagai paham yang menentang akan disapu dengan cepat dan tuntas. Seluruh sistem jahat akan dikuburkan di dalam debu-debu waktu. Dalam kata-kata ahli teologi Islam termasyhur, Muhyiddin ibn Arabi:

Allah akan memberikan kekuasaan begitu besar kepada Al Mahdi. Dia akan menghapus kejahatan dari dunia dalam waktu semalam, agama akan didirikan, dan Islam akan dibangkitkan. Al Mahdi akan memperbaharui nilai yang hilang ini kepadanya dan hal ini akan dihidupkan setelah kematiannya ... Orang-orang jahil, orang-orang sengsara dan orang-orang penakut akan mempunyai pengetahuan, bermurah hati dan berani .... Mereka akan menjalankan agama seperti di waktu Nabi Muhammad (saw).... (Muhyiddin Ibn Arabi, Al-Futuhat al-Makkia, hal. 66; Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 186)


Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 12

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Keadaan sebelum munculnya Al Mahdi

• Pada akhir masa, para penguasa ini akan menyebabkan orang-orang-Ku mengalami penderita yang berat sedemikian rupa sehingga tidak akan ada ketenteraman bagi umat Islam di mana pun mereka berada. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi `Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman, hal. 12)

Hadits ini menegaskan bahwa sebelum Al Mahdi datang, mereka yang tidak mempunyai moral agama dan berperilaku jahat dan tanpa belas kasihan akan berkuasa di atas beberapa negara Islam. Sebenarnya, beberapa penguasa Muslim menindas umat Islam dan menyiksa rakyat dengan pemerintahan mereka yang kejam dan lalim. Di sejumlah negara lain, rakyat mengalami penderitaan karena para penguasa mereka tidak mempunyai kualitas untuk berkuasa. Umat Islam di sejumlah negara, khususnya Irak, Libya, Suriah, Somalia, Ethiopia, Afghanistan, Tunisia, dan Djoubiti, ditindas oleh bangsa sendiri, sehingga mengalami berbagai kekerasan dan masalah. Umat Islam dihalangi menjalankan agama dan peribadatan mereka, sedang kesulitan ekonomi membuat kehidupan semakin sulit.





• Akan ada cobaan seperti malam yang kelam... (HR Abu Daud)

Kata ‘cobaan’ (fitnah) berarti segala sesuatu yang menjauhkan akal dan hati rakyat dari jalan kebenaran, atau perang, hasutan, kekacauan, ketidaktertiban, dan pertentangan. Seperti kita ketahui dari hadits ini, cobaan yang dimaksudkan di dalam hadits ini akan meninggalkan asap dan debu di belakangnya.

Kemudian, cara menjelaskan ‘kegelapan’ di dalam hadits ini, dapat dilihat sebagai suatu petunjuk bahwa asal-usul kegelapan itu belum jelas, tidak diharapkan. Dengan mengamati hal ini, kemungkinan besar hadits ini merujuk pada salah satu serangan teroris paling buruk di dunia, di kota New York dan Washington di Amerika Serikat pada 11 September 2001.

Oleh karena itu, tindakan teror yang paling menyedihkan yang menyebabkan meninggal dan luka-lukanya ribuan orang yang tidak berdosa, bisa jadi merupakan ‘cobaan seperti kelam di malam hari’ yang dikisahkan pada hadits ini sebagai tanda munculnya Al Mahdi.

• Al Mahdi hanya akan muncul pada suatu waktu ketika orang-orang mengalami ketakutan besar dan dipengaruhi oleh gangguan dan perang saudara serta bencana lainnya. (Diriwayatkan oleh Abu Ja'far Muhammad ibn 'Ali)

Sebagian besar hadits tentang kedatangan Al Mahdi berbicara mengenai kepastian bahwa kerusuhan, ketidakamanan, dan ketidaktertiban akan menghantui dunia ini sebelum kedatangannya. Pembantaian, peperangan, dan pertentangan adalah salah satu sifat utama kurun waktu ini. Selain itu, hadits ini mengajak kita memperhatikan kenyataan bahwa berbagai pembantaian akan terjadi di seluruh dunia.

Selama dua perang dunia di abad kedua puluh, sekitar 65 juta orang diperkirakan terbunuh. Jumlah warga sipil yang terbantai karena alasan politik selama abad yang sama diperkirakan juga sekitar 180 juta. Hal ini angka yang sangat luar biasa bila dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.

• Al Mahdi tidak akan muncul, kecuali jika orang-orang tidak bersalah dibantai, dan dia akan muncul ketika orang yang berada di bumi dan di langit tidak dapat lagi menahan pembantaian-pembantaian tersebut... (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 37)

Walaupun hadits-hadits mengenai kemunculannya menyebutkan berbagai pembantaian itu sebagai sesuatu yang biasa terjadi, hadits-hadits itu juga menegaskan bahwa berbagai pembantaian akan menjadikan orang-orang sipil sebagai sasarannya. Seperti yang dibahas sebelumnya, hampir seluruh peperangan saat ini menjadikan rakyat sebagai sasaran. Dengan demikian, orang-orang sipil dan orang-orang yang tidak berdosa seperti anak-anak, manula, dan wanita dibantai. Menjadikan orang-orang tanpa pertahanan ini sebagai sasaran adalah sebab utama terjadinya pembantaian yang lebih menyeluruh, sementara jumlah orang yang meninggal sebagai akibatnya terus meningkat.

Karena teror menyebarkan ketakutan dan kengerian, kelompok yang paling sering menjadi sasaran serangan itu acapkali adalah warga sipil yang tidak bersalah.

• Penyimpangan yang tidak bisa dijauhi oleh seorang pun akan terjadi, dan berkembang luas dengan cepat ke tempat lain dari tempat penyimpangan itu berada. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 21-22)

Istilah ‘fitnah’ juga berarti ‘perang, ketidaktertiban, pertikaian, perselisihan.’ Oleh karena itu, perang saudara dan peperangan lainnya serta ketidaktertiban, ‘yang berkembang luas ke tempat lain dari tempat penyimpangan tersebut berada,’ terus berlanjut tanpa henti di seluruh dunia selama abad ini. Abad kedua puluh adalah yang paling utama diingat sebagai ‘abad perang.’ Dan abad baru ini dimulai dengan peperangan dan teror yang terus berlanjut.

• Allah Yang Maha Kuasa akan mengirim Al Mahdi setelah keputusasaan telah mencapai titik di saat manusia akan berkata, “Tidak adakah Al Mahdi?” (Nu’aym ibn Hammad)

Hadits ini memberitahu kita bahwa salah satu tanda Masa Keemasan adalah keputusasaan manusia yang memohon kedatangan Al Mahdi.

Orang-orang yang bergulat dengan peperangan, kelaparan, ketidakadilan, wabah, dan segala bentuk kerusakan di Hari Akhir kehilangan harapan bahwa berbagai bencana itu akan berakhir. Di lain pihak, banyak kaum Muslimin mulai putus asa bahwa akhlak Islam akan tegak kembali dan yakin bahwa berbagai kejahatan akan terus berlanjut lebih jauh.

Sesungguhnya di masa kini, kita acapkali melihat contoh orang seperti ini. Walaupun ada banyak hadits mengenai kedatangan Al Mahdi dan Masa Keemasan yang ditandai dengan anugerah yang besar, banyak orang meyakini bahwa periode ini tidak pernah akan datang.

Anggapan ini juga suatu pertanda Hari Akhir. Di masa keputusasaan, orang-orang akan menikmati Masa Keemasan, berterima kasih pada rahmat Allah atas manusia.

• Orang-orang akan hidup makmur hingga sembilan puluh lima tahun, yaitu usaha mereka akan berhasil. Dalam tahun kesembilan puluh tujuh dan sembilan puluh sembilan, harta milik mereka akan habis... (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 54)

Kemungkinan besar hal ini merujuk ke tahun 1995, sebuah masa ketika orang-orang mempunyai kehidupan yang relatif baik dan keadaannya tidak begitu sulit. Sesungguhnya seperti yang dijelaskan di hadits ini, pada tahun ini orang-orang akan mempunyai penghasilan yang cukup memadai untuk menunjang kehidupan dan memiliki harta benda. Akan tetapi, tahun 1997 dan 1999 adalah sebuah masa ketika ekonomi mengalami keterpurukan dan kemiskinan tersebar luas. Di masa ini, harta benda akan kehilangan nilanya. Peristiwa ini dapat terjadi dengan sangat cepat, seperti yang terlihat dalam krisis ekonomi yang berkelanjutan di Argentina.

• Penduduk Mesir dan Syam akan membunuh penguasa mereka dan panglimanya... (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 49)

Ketika menelaah sejarah Mesir modern, kita melihat seorang penguasa terbunuh: Anwar Sadat, yang berkuasa di Mesir selama tahun 1970-1981, dibunuh oleh lawan-lawan politiknya pada sebuah parade militer di tahun 1981. Pemimpin Mesir lainnya yang dibunuh termasuk Perdana Menteri Boutros Ghali (1910) dan Mahmoud Nukrashy Pasha (1948).

Kata ‘Syam’ tidak hanya digunakan untuk Damaskus, karena kata ini juga berarti ‘kiri’ dan telah lama digunakan untuk menyebut negara-negara di sebelah kiri Hijaz (tempat kota Mekah dan Madinah berada). Banyak pemimpin telah terbunuh di wilayah ini, di antara mereka adalah mantan perdana menteri Suriah Salah al-Deen Beetar (1920), Droubi Pasha (1921) dan Muhsin al-Barazi (1949), Raja Abdullah dari Jordan (1951), dan pemimpin Phalangis Lebanon Bshir Gemayel (1982).

• Orang-orang Syam akan memenjarakan suku-suku Mesir... (Ibn Hajar al-Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 49)

Saat ini, negara-negara di wilayah yang dimaksud di sini mencakup Israel. Inilah mengapa hadits ini mungkin menunjukkan peperangan antara Negara Israel dan Mesir serta invasi ke wilayah Mesir.

•Orang-orang akan berlomba-lomba membangun bangunan tinggi (HR Bukhari).

Waktu akan berlalu dengan cepat (HR Bukhari).

Jarak yang jauh akan ditempuh dalam waktu yang pendek (Musnad).

Hari Akhir tidak akan datang sebelum waktu semakin pendek, setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam seperti nyala api (HR Tirmidzi).

Abad saat kita hidup menjadi saksi kemampuan pembangunan pesawat supersonik, dan kemampuan tersebut untuk melakukan perjalanan dalam beberapa menit yang pernah ditempuh selama berbulan-bulan, dan dengan sangat nyaman, berkat kereta api dan perbaikan sarana transportasi lain. Apa yang dimaksudkan hadits ini juga terjadi dalam bentuk ini.

Komunikasi antarbenua memerlukan waktu berminggu-minggu pada ratusan tahun yang lalu. Namun, sekarang hal itu dapat dilakukan dalam hitungan detik, berkat internet dan perbaikan dalam teknologi. Barang yang dulu perlu waktu berminggu-minggu untuk diantarkan, melalui perjalanan jauh, sekarang dapat dikirim pada waktu pemberitahuan dibuat. Miliaran buku sekarang dapat dicetak dalam waktu yang diperlukan untuk menulis sepucuk surat beberapa abad yang lalu. Seperti itu pula perkembangan teknologi yang lain, yang berarti bahwa kita tidak perlu lagi membuang waktu yang banyak untuk memasak, bersih-bersih, dan mengurus anak-anak.

Kita dapat menyebutkan contoh-contoh serupa. Namun, yang penting di sini tentunya adalah bahwa tanda-tanda Hari Akhir seperti yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW pada abad ketujuh, sekarang telah terjadi satu per satu.

• Ujung cemeti seorang manusia akan berbicara padanya.(Tirmidzi)

Cemeti dikenal sebagai sebuah alat yang digunakan di masa dahulu ketika mengendarai binatang atau menggembalakan binatang seperti kuda atau unta. Ketika kita meninjau hadits ini lebih dekat, kita dapat melihat bahwa Rasulullah SAW melakukan perumpamaan. Mari kita tanya orang yang hidup di masa sekarang, “Adakah perangkat modern yang berbicara dan menyerupai sebuah cemeti?’

Jawaban yang paling logis untuk pertanyaan ini adalah telepon mobil, dengan antenanya yang panjang atau peralatan komunikasi serupa. Kita tahu bahwa telepon mobil atau satelit berkembang pesat saat ini, sehingga kearifan di balik gambaran Rasulullah SAW pada 1400 tahun lalu bahkan menjadi lebih jelas. Inilah salah satu petunjuk lain bahwa kita hidup dalam Hari Akhir.

• Suara orang itu sendiri akan berbicara dengannya. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

Pesan di hadits ini sangat jelas: Seseorang yang mendengarkan suara dari suaranya sendiri adalah tanda lain dari Hari Akhir. Yang pasti untuk mendengar suara seseorang, orang tersebut pertama-tama harus merekamnya dan kemudian memainkannya kembali. Rekaman suara dan alat perbanyakan (reproduksi) rekaman tersebut adalah barang produksi abad kedua puluh. Perkembangan ini menandai suatu titik balik ilmiah dan mengarah kepada kelahiran industri komunikasi dan media. Reproduksi suara hampir sempurna saat ini, berkat komputer dan teknologi laser.

Singkatnya, peralatan elektronik pada masa kini, mikrofon dan speaker, memungkinkan kita merekam suara dan memainkannya kembali dan juga merupakan perwujudan dari yang disabdakan di dalam hadits di atas.

• Sebuah tangan akan diperpanjang dari langit dan orang-orang akan memandang dan melihatnya. (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 53)

Tanda pada waktu itu adalah sebuah tangan yang diperpanjang di langit dan orang-orang berhenti untuk memandangnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, h. 69)

Kata bahasa Arab untuk ‘tangan’ di hadits di atas adalah ‘yed.’ Selain ‘tangan’, kamus bahasa Arab juga memberikan makna seperti ‘kekuasaan, kekuatan, kemampuan, alat, dan sebagainya.’ Kemungkinan besar, di hadits-hadits ini kata inilah yang digunakan dalam pengertian tersebut.

Istilah ‘kekuasaan, kekuatan, kemampuan, atau alat’ yang memanjang dari langit dan dilihat oleh orang-orang tidak berarti banyak dalam situasi abad lalu. Akan tetapi, istilah ini memberi petunjuk kuat tentang peralatan seperti televisi, kamera, dan komputer yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan modern seperti yang dijelaskan dalam hadits-hadits ini. Dengan kata lain, ‘tangan’ yang disebutkan dalam hadits-hadits ini digunakan dalam pengertian kekuatan. Hal ini jelas menunjukkan gambar-gambar yang turun dari langit dalam bentuk gelombang, atau dengan kata lain siaran televisi.

• Rentang kehidupan akan lebih panjang. (Ibn Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 43)

Abad empat belas telah lewat sejak Rasulullah menyampaikan berita-berita tersebut. Rata-rata rentang kehidupan yang diharapkan jauh lebih panjang pada saat ini daripada waktu lain dalam sejarah paling terkini. Sebuah perbedaan besar dapat dilihat, bahkan antara angka-angka selama permulaan dan akhir abad kedua puluh. Misalnya, diperkirakan bahwa seorang bayi yang dilahirkan pada tahun 1995 akan hidup sekitar 35 tahun lebih lama daripada seorang bayi yang dilahirkan di sekitar tahun 1900. Contoh lain yang lebih jelas tentang persoalan ini adalah bahwa pada beberapa tahun lalu hanya segelintir orang yang hidup hingga usia 100 tahun, sedangkan saat ini hal itu menjadi hal yang lebih lumrah.


Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 11

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

NABI SULAIMAN AS

Nabi Sulaiman as dilimpahi kekayaan yang

belum pernah ada sebelumnya





Ia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi (QS Shaad: 35).

Allah menjawab do’anya dengan memberikan anugerah dan pengetahuan yang besar serta melimpahkan kekuasaan yang besar dan wewenang yang kuat atas Sulaiman AS. Dalam ayat-ayat yang menceritakan kehidupannya, berbagai perincian mengenai kekayaan, kewenangan, dan bagaimana dia menggunakan pengetahuannya telah disampaikan.

Nabi Sulaiman AS berkomunikasi dengan burung-burung

Allah mengajarkan Nabi Sulaiman AS bahasa burung, dan dia menggunakan pengetahuan ini untuk membentuk peringkat burung-burung dalam suatu aturan (QS An Naml: 17). Dia berkomunikasi dengan burung-burung dan mengaturnya dalam barisan yang tepat menurut pandangannya. Keadaan ini terjadi karena ridha Allah atas Sulaiman AS.

Dan dia (Sulaiman) berkata, “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) in benar-benar suatu kurnia yang nyata” (QS An Naml: 16).

Kita dapat menarik kesimpulan penting dari ayat ini:

- Burung mempunyai sebuah cara khusus untuk berkomunikasi satu sama lain secara berulang-ulang di luar jangkauan pendengaran manusia. Nabi Sulaiman AS diberikan sebuah kemampuan khusus yang memungkinkannya memahami bahasa ini. Hal ini dapat terjadi melalui suatu inovasi teknologi.

- Dengan menggunakan kemampuan ini, dia memberikan perintah kepada burung-burung sehingga mereka dapat memenuhi keinginannya (Allah-lah Yang Maha Tahu).

- Dia kadang-kadang menggunakan bahasa burung untuk mengirim berita dan mengumpulkan data intelijen. Metode ini sangat berhasil. Pengetahuannya memungkinkannya berkomunikasi dengan negara-negara lain dan secara efektif memungkinkan wilayah yang jauh berada di dalam jangkauannya (Allah-lah Yang Maha Tahu).

- Ayat ini dapat mengundang kita memperhatikan kemajuan teknologi yang akan digunakan di Hari Akhir. Mungkin bukan tentang burung, melainkan tentang pesawat tanpa awak yang digunakan pada saat ini.

- Hal ini dapat terjadi mungkin karena dia menempatkan pemancar pada burung untuk mengumpulkan data intelijen mengenai musuh-musuhnya. Dengan cara ini dia dapat memperoleh baik rekaman suara maupun gambar yang dia gunakan untuk memerintah bangsanya.

- Dia juga dapat mengendalikan jin dan setan. Seperti pernyataan dalam Al Qur’an, Allah berfirman, ‘Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya’ (QS Saba’: 12), dan ‘Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu’ (QS Al Anbiyaa’: 82). Apabila kita berpikir mengenai hal ini, burung-burung mungkin menjadi simbol pasukan jin.

- Kemungkinan lain adalah bahwa burung-burung tersebut dipimpin oleh jin. Nabi Sulaiman as dapat memerintahkan burung-burung untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dengan memanfaatkan para jin.

- Allah menurunkan kitab suci manusia Al Qur’an berlaku hingga Hari Kiamat. Oleh karena itu, berbagai kejadian yang serupa dengan yang difirmankan tentang Nabi Sulaiman dapat terjadi di Hari Akhir. Ayat-ayat ini mungkin memperingatkan kepada kita bahwa selama masa ini Allah dapat menempatkan setan dan jin di punggung atau telinga manusia, atau bahwa manusia akan menggunakan dan sangat banyak menarik manfaat dari kemajuan teknologi pada waktu itu. (Allah Maha Tahu)

Sulaiman AS berbicara dengan seekor semut betina

… maka tersenyumlah (dia) dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS An Naml: 19)

- Nabi Sulaiman as dapat mendengar pembicaraan semut-semut dan hal ini dapat menunjukkan adanya teknologi komputer yang maju di hari akhir.

- Saat ini, Lembah Silikon California dikenal sebagai ibu kota dunia teknologi. Mereka sangat tertarik dengan informasi Nabi Sulaiman AS berbicara dengan semut di Lembah Semut. Allah mungkin menunjukkan sebuah teknologi maju yang akan muncul di Hari Akhir.

- Kemudian, semut dan serangga lainnya digunakan secara meluas dalam teknologi maju. Proyek-proyek robot yang dikembangkan dengan mengkaji makhluk-makhluk ini sangat dekat dengan kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan industri pertahanan. Ayat ini dapat mengarahkan pada kenyataan ini pula.

Anugerah yang relevan dengan Hari Akhir

Kekuasaan Nabi Sulaiman AS dan Dzulqarnain as atas dunia adalah berita yang baik bagi seluruh umat Islam, karena kisah ini berisi tanda-tanda penting selama Hari Akhir. Sesungguhnya umat Islam yang memelihara ketentuan-ketentuan Allah, bekerja keras untuk menyebarkan akhlak Islam ke seluruh dunia, dan menolak untuk kalah dalam menghadapi kekerasan, akan muncul di seluruh masa dalam sejarah. Allah akan selalu berada di belakang mereka dengan bantuan dan pertolongan-Nya. Kedua utusan ini, dengan kemampuan yang disebutkan di atas (dan tentunya berbagai anugerah lainnya dari Allah), menjalankan sebuah pemerintahan yang kuat di dunia. Pemerintahan yang sama tentunya akan berlangsung selama Hari Akhir.

Meluasnya pengaruh akhlak Islam seperti yang penulis tegaskan di awal, dibahas di hadits-hadits melalui kejadian serupa selama pemerintahan kedua Rasul Allah tersebut. Sebagian hadits ini adalah sebagai berikut:

Al Mahdi (orang yang paling benar diberi petunjuk) akan mengatur dunia ini seperti Nabi Dzulqarnain dan Nabi Sulaiman. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 29)

Ada empat raja agung di atas permukaan bumi: dua orang beriman dan dua orang kafir. Orang yang beriman adalah Dzulqarnain dan Sulaiman, dan orang kafir adalah Namrudz dan Bakhtinasr. Akan ada raja kelima dari orang-orang dari rumahku. (Ibn al-Jawzi)


Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 10

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

NILAI NUMERIK (ABJAD) DI SEJUMLAH

AYAT DI SURAT AL KAHFI MENUNJUKKAN

WAKTU YANG SANGAT DEKAT DENGAN

MASA KITA SENDIRI

dan Kami telah meneguhkan hati mereka .... (QS Al Kahfi: 14)





1400 A.H. (Anno Hegirae, kalender Hijriyah) atau

1979 A.D. (Anno Domini, kalendar Masehi)

Dia berkata, ‘Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik ...’ (QS Al Kahfi: 95)

1409 A.H., atau1988 A.D. (Tanpa shaddah)

Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu .... (QS Al Kahfi: 84)

1440 A.H., atau 2019 A.D. (Dengan shaddah)

Sebuah tanda yang menunjukkan permulaan abad keempat belas hijriyah dan akhir abad kedua puluh dan permulaan abad dua puluh satu masehi adalah angka 1980 yang diperoleh dengan mengalikan jumlah Surat Al Kahfi dengan nomor urutan surat ini.

Bediuzzaman Said Nursi juga acapkali mengisyaratkan bahwa waktu ini adalah permulaan Hari Akhir. Dia berkata, misalnya:

Thus, unfair people who do not know this truth say: 'Why did the Companions of the Prophet with their vigilant hearts and keen sight, who had been taught all the details of the hereafter, suppose a fact that would occur one thousand four hundred years later to be close to their century, as though their ideas had deviated a thousand years from the truth?'9

Oleh karena itu, orang-orang yang kafir yang tidak mengetahui kebenaran ini berkata, ‘Mengapa para sahabat Nabi yang memiliki hati yang senantiasa waspada dan pandangan cermat dan telah diajarkan dengan seluruh keterangan hari akhir, menganggap sebuah kenyataan yang akan terjadi seribu empat ratus tahun kemudian akan dekat dengan abad mereka, meski gagasan mereka telah menyimpang ribuan tahun dari kebenaran?’9

Surat 18: Surat Al Kahfi (berisi 110 ayat) 18 x 100 = 1980.

Bediuzzaman Said Nursi, dengan mengatakan ‘1400 tahun setelah’ Sahabat Nabi menunjukkan tahun-tahun sekitar tahun 1980-an sebagai hari akhir. Perlu dicatat di sini, dia mengatakan 1400, bukan 1373, 1378, dan bukan 1398. Dengan demikian, hal itu adalah abad keempat belas Hijriyah.

Surat Al Kahfi berisi berita yang sangat baik bagi umat Islam. Berita ini, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, mendekati kurun waktu penuh rahmat di Hari Akhir. Apabila Surat Al Kahfi dilihat dari sudut pandang ini, surat ini terlihat menunjukkan tahap-tahap yang berbeda, permulaan, perkembangan, dan kesimpulan Islam di Hari Akhir yang mencapai puncaknya dalam kekuasaan Islam dan berakhir dengan kedatangan ‘Isa AS.


Label: ,

HARI AKHIR DAN AL MAHDI (Harun Yahya)Part 9

Posted by Iwan Tanjung at
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

Hanya Allah dan segelintir orang yang mengetahui jumlah mereka

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga, orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) adalah lima orang, yang keenam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka, kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja, dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka. (QS Al Kahfi: 22)

‘Yang mengetahui mereka hanya sedikit’ juga menunjukkan bahwa hanya segelintir orang yang memiliki pengetahuan ini. Misalnya, salah satunya bisa jadi Khidr, yang kemampuannya yang menakjubkan akan kita bahas secara singkat. Juga mungkin murid-muridnyalah yang memiliki pengetahuan ini, dengan kehendak dan wahyu Allah. Al Qur’an menyebutkan bahwa Allah memfirmankan sebagian hal gaib kepada Rasul-rasul-Nya.

Perjalanan Nabi Musa AS dan muridnya ke

‘tempat bertemunya dua laut’

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.” (QS Al Kahfi: 60)

Di sini ‘murid’ menunjukkan bahwa ketika melakukan sesuatu, kita seharusnya mencari bantuan dari orang-orang muda dan bekerja sama dengan mereka.

Orang-orang muda harus dimotivasi untuk menggunakan energi, gairah, kekuatan, ambisi, dan semangat mereka untuk perbuatan yang terbaik untuk meraih rahmat Allah. Beberapa ayat berbicara tentang pemuda, dan ayat berikutnya menyatakan bahwa hanya beberapa pemuda dari bangsanya yang beriman kepada Musa AS:

Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas (QS Yunus: 83).

Ayat keenam belas Surat Al Kahfi menyebutkan titik pertemuan yang menjadi tujuan perjalanan Nabi Musa AS. Musa AS mengetahui akan bertemu dengan seseorang, dan dia mengetahui akan terjadi di ‘tempat pertemuan dua laut.’ Tempat ini bisa berada di tempat mana pun di permukaan bumi yang sesuai dengan gambaran ini.


Nabi Musa AS bertemu Khidr AS yang diberkati dan dirahmati-Nya

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS Al Kahfi: 65)

Allah itu Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang kepada hamba-hambat-Nya. Musa AS berangkat untuk bertemu Khidr AS, seseorang yang telah diberi rahmat oleh Allah. Oleh karena itu, sifat-sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Allah tercermin padanya. Sifat Allah tersebut telah memungkinkan dirinya menerima pengetahuan yang lebih dari Allah dan menjadi salah satu hamba pilihan-Nya.

Dzulkarnain AS

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.” (QS Al Kahfi: 83)

Di sepanjang sejarah, kebanyakan ilmuwan telah menafsirkan cerita Dzulkarnain dengan berbagai cara. Ayat ini mengatakan Dzulkarnain diturunkan untuk mengingatkan kaum Muslimin dan terkait dengan wahyu yang memiliki makna dan alasan tersembunyi.

Dzulkarnain AS memiliki kekuasaan dan “tercerahkan"

Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh suatu jalan (QS Al Kahfi: 84-85).

Dari ayat-ayat ini, kita memahami bahwa negara Dzulkarnain jauh dari berbagai masalah. Dengan kata lain, kekuasaannya solid, rasional, dan kuat.

‘Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu’ mengisyaratkan bahwa Dzulkarnain AS diberikan kemampuan untuk memecahkan setiap masalah. Dengan kata lain, dia seorang Muslim yang sangat cerdas, bijak, dan cermat. Dengan semua kelebihan yang diberikan Allah ini, dia memecahkan seluruh masalah rumit dengan cepat dan memecahkan hambatan-hambatan.

Dzulkarnain AS juga seorang dai

Berkata Dzulqarnain, “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami.” (QS Al Kahfi: 87-88)

Ketika Dzulqarnain as berbicara, dia mengingatkan rakyatnya tentang Allah dan hari akhirat. Dia berbicara sebagai seorang Muslim. Dari pernyataan yang digunakan di ayat ini, kita memahami dia seorang pemimpin Muslim yang memerintah sebuah bangsa Muslim.

Dzulqarnain AS terus melanjutkan dakwah kepada orang-orang yang dia temui untuk beriman kepada Allah, taat, berbuat baik sesuai ketentuan Al Qur’an, dan menegakkan sholat serta melakukan ibadah. Dia menyeru, untuk mendorong mereka, pada balasan yang dijanjikan untuk mereka di dunia dan di akhirat, serta menyeru mereka kepada iman.


Dzulqarnain AS membantu manusia

Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara mereka?” (QS Al Kahfi: 94)

Karena penyimpangan Ya’juj dan Ma’juj, orang-orang yang sedang menghadapi masalah mencari bantuan Dzulqarnain AS dan menawarkan imbalan kepadanya. Dari ayat ini, kita memahami Dzulqarnain AS tidaklah mewakili seseorang; sebaliknya, dia memimpin sebuah bangsa. Tepat seperti Sulaiman as, dia memerintah sebuah bangsa dan tentara.

Ayat ini menunjukkan bahwa dia pasti memiliki tim ahli bangunan dan insinyur sipil. Dari permohonan orang-orang tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa Dzulqarnain AS tertarik dan punya pengetahuan tentang bangunan dan teknik sipil. Dia bahkan termasyur karena keahlian dalam bidang ini. Oleh karena itu, bangsa-bangsa lain meminta bantuannya. Seluruh faktor ini memperlihatkan besar dan kekuatan bangsanya.

Dzulqarnain AS sangat dihormati dan berpengaruh di Timur dan di Barat dapat menunjukkan bahwa dia memerintah sebuah bangsa yang kekuasaannya berpengaruh luas di dunia. Oleh karena itu, dia adalah seorang pemimpin, menyadari tanggung jawabnya untuk membawa kedamaian, keadilan dan keamanan, tidak hanya bagi bangsanya sendiri, tetapi juga bagi setiap bagian dunia.

Cerita Dzulqarnain AS menunjukkan bahwa di Hari Akhir, tepat seperti masa kita sendiri, nilai-nilai Islam akan menguasai dunia ini.

Kemungkinan lain adalah bahwa cerita ini mengungkapkan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa depan.

Di sisi Allah, seluruh waktu adalah satu. Masa depan, masa lalu, dan masa sekarang terjadi seluruhnya sekaligus. Di sejumlah ayat, berbagai peristiwa Hari Pembalasan di neraka dan surga diceritakan seolah-olah telah terjadi. Ayat berikut ini adalah contoh seperti itu:

Dan ditiupkan sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang-benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing), dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi, dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS Az Zumar: 68-69).

Berbagai peristiwa yang dijelaskan dalam ayat ini disampaikan seolah-olah hal itu sudah terjadi, walaupun bagi kita, hal itu adalah peristiwa-peristiwa di masa depan yang belum terjadi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa cerita Dzulqarnain AS berasal dari masa depan, yang diceritakan kepada kita dengan menggunakan kerangka waktu masa lalu.

Ayat kedelapan puluh empat mengatakan: “...‘Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu’. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa Dzulqarnain AS akan berkuasa di dunia di masa depan.

Pada masa sekarang, seorang pemimpin atau bangsa yang mempunyai kekuasaan superpower di dunia harus memiliki teknologi komunikasi dan kekuataan umum. Karena seorang pemimpin tidak dapat mengendalikan seluruh hal sendiri, kita dapat mengangap bahwa dia berada di sebuah ibu kota dan mengendalikan wilayah lainnya melalui satelit dan alat-alat komunikasi lainnya. Seperti disebutkan dalam ayat kesembilan puluh lima, 'Dzulqarnain berkata: 'Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik," kemungkinan besar kekuasaan Dzulqarnain AS itu stabil dan kokoh. Apabila kita memperhatikan kisah ini dari sudut pandang ini, kita akan menyadari bahwa setiap ayat dapat mengungkapkan sebuah pesan yang berbeda. Misalnya, Dzulqarnaen AS pertama-tama pergi pertama ke Barat, kemudian ke Timur dan kemudian kembali lagi. Ayat-ayat ini dapat berarti bahwa dia berkomunikasi dengan wilayah yang berbeda dengan mengubah saluran komunikasi yang dipancarkan dari satelit-satelit. Ayat-ayat ini berbicara terus-menerus tentang kata 'menemukan.' Dzulqarnain AS 'menemukan' sebuah masyarakat dekat ‘laut berlumpur’, dia 'menemukan' sebuah masyarakat di Timur yang tidak memiliki pemahaman. Tindakan 'menemukan' ini terjadi melalui proses mencari dan hal ini bisa jadi merupakan sebuah hasil temuan yang didasarkan pada pengamatan saluran satelit.

Ayat-ayat ini mengatakan bahwa orang-orang di Timur tidak memiliki perlindungan dari matahari. Apabila kita merenungkan informasi ini dari sudut pandang teknologi komunikasi, ada dua pesan yang mungkin di sini. Hal yang tersirat di sini bisa dua hal. Pertama, Dzulqarnain AS dapat menyaksikan atau mengumpulkan informasi intelijen melalui satelit dari berbagai wilayah (Allah-lah Yang Maha Tahu). Atau, dia melakukannya melalui teknologi inframerah yang digunakan di berbagai wilayah dewasa ini. Kamera-kamera inframerah digunakan dalam bidang kedokteran, patologi kriminal, meteorologi, kriminologi, intelijen, industri, dan bidang lainnya. Kamera-kamera ini juga dapat mengamati tubuh manusia secara mendalam.

Apabila Dzulqarnain AS ingin berbicara dengan sebuah bangsa, dia dapat melakukan hal itu melalui satelit dan pemancar televisi. Ini memungkinkannya belajar tentang berbagai hal yang dibutuhkan dan dikeluhkan rakyat tanpa melihat di mana mereka tinggal, dan kemudian mengatur wilayah-wilayah itu.

Persekongkolan Ya’juj dan Ma’juj dapat merupakan tindakan teror pada umumnya, atau kekacauan, atau bahkan dilakukan melalui pemancar komunikasi. Misalnya, persekongkolan itu dapat berupa gangguan atas pemancar-pemancar lainnya untuk menyiarkan persekongkolan tersebut. Dzulqarnain AS dapat mencegah pemancar dan persekongkolan seperti ini. Misalnya, dia dapat menggunakan tembaga dan besi yang disebutkan di ayat ini untuk menciptakan sebuah medan elektromagnetik dan mengganggu siaran radio dan televisi tersebut. Transformer yang dibuat dengan menggulung kabel-kabel tembaga di seluruh inti baja adalah salah satu sumber medan elektromagnetik. Sebuah medan elektromagnetik yang kuat dapat mengganggu siaran radio dan televisi.

Kemungkinan lain adalah berupa sebuah piringan satelit massal raksasa. Tujuan begitu besarnya piringan satelit itu adalah mengalahkan sistem pengganggu global Ya’juj dan Ma’juj. Permukaan piringan-piringan ini biasanya terdiri dari aluminium yang lebih ringan dan murah, yang bukan merupakan bahan ideal untuk dapat bekerja baik. Tembaga adalah sebuah konduktor yang jauh lebih baik, dan mungkin lebih disukai karena alasan ini. Akan tetapi, menutupi piringan raksasa ini dengan lembaran tembaga adalah suatu hal yang mustahil. Sebaliknya, memplat piringan itu dengan tembaga campuran akan menghasilkan piringan satelit dengan permukaan yang paling halus dan kinerja yang paling tinggi.

Dinding atau penghambat yang diciptakan melalui siaran yang saling bersaing atau menciptakan sebuah medan magnetik dapat diistilahkan sebagai sebuah ‘hambatan tidak terlihat.’ Sejumlah ilmuwan membaca kata ‘saddayn’ di ayat kesembilan puluh tiga sebagai ‘suddayn,’ dan ‘sadd’ di ayat berikutnya sebagai ‘sudd.’ Dalam kata pertama, maknanya bisa menjadi ‘hambatan terlihat’; di bagian kedua, berarti sebuah ‘hambatan tidak terlihat’ (Allah-lah Yang Maha Tahu).

‘Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya,’ seperti dinyatakan di ayat sembilan puluh tujuh, bisa jadi menyebutkan ke hal ini karena Ya’juj dan Ma’juj berupaya mengatasi atau mengambat siaran pemancar ini. Secara mengesankan, bentuk arus yang digunakan stasiun pembajak yang melakukan siaran dalam bentuk gangguan atas siaran lainnya adalah ‘menangkis pancaran.’

Tentang pernyataan ‘hampir tidak dapat memahami pembicaraan’ dalam hal ini dapat berarti bahwa siaran satelit ini kadang-kadang tidak dipahami oleh sebagian orang. Ketika siaran itu terganggu, maka orang-orang itu tidak dapat memahami; tetapi ketika siaran kembali normal, mereka dapat memahami lagi (Allah Maha Mengetahui).

Ungkapan ‘laut berlumpur hitam’ di ayat kedelapan puluh enam juga menarik karena melihat matahari terbenam di layar televisi tepat seperti melihat matahari yang tenggelam di dalam laut. Warna-warni di layar berubah ketika matahari tenggelam di atas laut, ini terlihat berwarna keabu-abuan di layar televisi. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang melihat hal ini, pemandangan terlihat seolah-olah tenggelam di dalam lautan berlumpur hitam. Ungkapan ‘aynin hami’e’ yang terdiri dari ‘ayn’ (mata air’ dan ‘hami’ (lumpur) dapat berarti pandangan yang kurang jelas ini.

Selain itu, hubungannya dengan Timur dan Barat dapat menunjukkan bahwa dia berhubungan dengan berbagai belahan dunia ini. Ketika matahari terbit di satu belahan dunia, maka matahari justru terbenam di belahan dunia lainnya.


Label: ,